Rabu, 15 Mei 2019

Mengertilah sayang

Aku sedang dalam zona bimbang
Kau yang tersayang diam diam ternyata sakit hati karena perbuatanku
Sedangkan tauku sekedar tau
Namun tak dapat memberikan perubahan terhadap keadaan..

Aku larut dalam keadaan yang kuanggap adalah jalan keluar
Meski kutau yang kutempuh adalah bom waktu yg mungkin meledak tiba tiba menghancurkan hidupku
Namun aku tetap berusaha mencoba

Kebuntuanku membuat akal tak dapat memikirkan kemajuan selain jalan tercepat
Aku mengawan tinggi diudara
Dan sekarang terasa semakin tinggi

Berat mempertahankanmu ketika kamu tak siap dengan statusku...
Kepercayaan dan kesetiaan tak lagi cukup
Untuk menyakinkan bahwa hati ini hanya milikmu...

mereka kenal aku bukan sebagi diriku
Berkali kukatakan bahwa tak mungkin aku gadaikan cinta tulusmu untuk orang orang  semacam itu...

Namun kamu masih saja mempermasalahkan hal yang sama...
Seolah olah aku murahan...
Kamu yg kukira lebih kenal aku dari mereka...
Sekarang jadi orang yg terkesan mengucilkan harga diriku...

Taukah kamu mengenai setulus apa cintaku?
Bahkan aku terus membiarkanmu pergi jika hubungan ini terlalu berat...
Meski kusadar belum tentu mendapat yg setara dengan kamu....

Mengertilah keadaanku...
Cintai aku sewajarnya...
Mengertilah keadaanku...
Aku tak akan pernah berpaling darimu....

Karena setinggi apapun burung mampu menggapai angkasa... dia pasti sadar,.. bahwa bumi yang rendah adalah rumah dan sumber dari kehidupannya...

Begitupun juga aku...
Yang mencintaimu... Dan hanya kepada kamulah aku menuju...
Bersabarlah... Sayang...

Udara
15 Mei 2019

Jumat, 10 Mei 2019

Tersakiti Karena ketidak pekaan kalian

Taukah kamu bagaimana rasanya perduli kepada banyak orang
Sedang tak ada satupun yang mau tau tentang keadaan kamu

Aku tak perlu mengungkit apapun yg sudah pernah kulakukan untuk kalian
Karena aku tidak mengharapkan balasan
Kebaikanku mengalir begitu saja

Aku hanya sedih dengan keadaanku,
Yang hanya didatangi saat kalian butuh,..
Kemudian ditinggalkan saat tak berguna.
Bahkan dijatuhkan saat kalian terancam kalah dariku..
Aku ibarat plastik makanan yang kalian buang saat isinya sudah mengenyangkan perut kalian.

Aku hanya kecewa saat kalian bahkan tidak merasa bersalah ketika aku terluka karena sikap kalian, kalian tidak tau betapa patah hatinya diacuhkan, diabaikan....

Ketulusanku yang awalnya adalah ikhlas.... Yang harusnya menjadi berkah,.. menjadi neraka yang menyesakkan dada..

Kini,... Segala kebaikanku,... Menjadi suatu penyesalan...
Aku menyesal pernah bersikap baik pada kalian...
Dan akhirnya... Ketulusan yang awalnya tulus... Menjadi tidak tulus....
Aku benar benar pamrih sekarang...

Ego dan ketidak pekaan kalian membuatku merasa sendirian..
Dan kesendirian ini mempengaruhiku untuk berpikiran jahat kepada kalian...
Hingga saatnya kini....

Aku merasa dimanfaatkan...
Aku merasa dihinakan...
Aku merasa diabaikan...
Ditinggalkan... Tak diperdulikan...

Aku menyesal untuk segala sesuatu yang kulakukan... Karena ketidak pekaan kalian...
Aku lelah... Harus selalu bilang.. apa yg kumau...
Aku malu jika harus menyebutkan satu persatu hal yang kuminta...

Dan sekarang segalanya terasa serba salah...

Lagi.lagi... hanya aku yang salah...

Udara
Jum'at 10-mei-2019

Selasa, 07 Mei 2019

Kurelakan kamu, oleh sebab sayang

Terimalah mereka yang baik terhadap kamu, tak perduli dia siapa dan karena apa. Sebab cinta itu, adalah ketika kita tiba-tiba sayang oleh rasa yang tak dapat dijelaskan.

Bahagia asal dia bahagia... itu tidak benar... Krn kadang kedekatannya dengan orang lain menyakiti hati...

Jadi... yang harus dilakukan adalah... Biarkan dia bahagia...  kita cari alasan lain saja untuk bahagia... mengalah untuk kebahagiaannya

🥀S⃝ོ♪࿐

apaan sih.. hahaha...

🥀S⃝ོ♪࿐

By.Udara

Jumat, 03 Mei 2019

Cerita duka sebelum fajar

Aku terbangun dari tidur,...


Melihat pada celah jendela kamar


Cahaya belum terpancar dari sana


Aku belum sepenuhnya sadar....

Aku berhenti berbaring


Mengusap wajah kemudian bercermin


Kulihat jam pada layar telponin


Kuhela nafas sambil merapikan rambut


Lalu duduk diam tak memikirkan segala hal...

Cukup lama aku terdiam hampa disudut ruang


Suara adzan mulai menyadarkan ku


Subuh ini, aku merindu lagi


Kebiasaan pagi yang dulu


Ramai oleh panggilan keperdulian


Yang biasa mengetuk kamar


Kemudian berteriak....


"Bangun....bangun...bangun....nak... Ayo sholat subuh"


Ia... Itu ibu.... Aku rindu...

Tetesan air mata mulai tak tertahankan terlebih sebentar lagi ramadhan,... Aku sangat rindu..

Sosok yang mengganggu,.. dikala itu...


Yang manja dengan imutnya...


Tingkahnya yang lucu dan selalu memancing kasih sayang dariku...


Ia... Dia keponakan kecil yang begitu lugu.... 

"Tanteh kangen nak.. apakabar kamu disana?"😔

Disaat seperti ini...


 Bahkan aku rindu pada segala hal yg sebelumnya kubenci dan ingin selalu kuhindari...

Kemarahan dan pertengkaran yang tak jelas antara aku dan kakakku.... 


Yang kadang kami akrab kemudian menjadi musuh....


Namun kami selalu baik baik saja pada akhirnya....


Aku rindu.... Lagi lagi rindu dan terus merindu...


Aku sedih, sepi sendirian...


Aku kehilangan bagian hidup,... Aku menyiapkan nyiakan mereka untuk suatu hal yang awalnya ingin membahagiakan dan mengangkat derajat mereka....


Kini aku jauh... Hancur dan tak dapat kembali oleh bencana ini...


Aku gagal dan sudah putus asa...


Hampir kehilangan harapan...


Aku sedih dengan keadaan ini...



Aku sadar... Niat baik tidak selalu membuahkan hasil yang baik... Namun.. aku harus terus berprasangka baik terhadap Allah.


Aku tau bahwa dia tak akan salah memberikan suatu musibah,... Ntah ini sebagai balasan atas kesalahanku sebelumnya... Atau ini ujian agar aku lebih kuat kedepannya...


Ya.... Benar...


Orang sepertiku tak boleh mengeluh,... Ah... Bukan itu... Lebih tepatnya..m orang sepertiku tak punya hak mengeluh,...


Karena apabila aku terus larut pada keterpurukan ini, masalah akan semakin jadi... Hidupku akan semakin sulit,...

Orang sepertiku tak dapat menanti yang namanya keajaiban... Harapan itu ada ketika aku berjuang walau harus terbirit-birit pada kesedihan....

Tak ada waktu mengeluh.... Bangkit dan kembali berjuang , adalah satu satunya jalan....


..


.....


.......


.........


BAGAIMANA MENURUT KALIAN...?

_____''''


Bukankah aku adalah orang yang bijak??? karena mengingat segala hal baik saat aku kehilangan semangat hidup...?


----


Jika jawabannya "iya"

Maka.... Jawaban kalian tidak sepenuhnya benar....


Ia.... Aku memang mengingat dampak, hal baik, buruk, dan segala hal yg perlu kuperbuat...


Namun... Ada kalanya aku sangat rapuh dan terpuruk oleh beratnya keadaan...



......


Seperti sekarang,....

Aku hanya sekedar tau tentang segala hal baik yg kutulis sebelumnya...


Namun..


 Badan ini tak bisa diajak bekerja sama...


Aku sakit karena memikirkan banyak hal...


Pusing kemudian sesak nafas ini membuatku lemah hingga tak dapat bangkit dari keadaan....



........


Aku sakit.......

Aku sakit................

Aku sakit.......................




Sendirian



Tak ada yang tau...


Dan aku kesepian....

Sakit...


Sesak.....


Sesak....


Dada ini seperti akan meledak....


Gelas air minum disamping aku berbaring tak dapat kujangkau...

Kadang terjatuh kemudian tumpah berserakan....


Ya.....

Lagi lagi.... Kelemahan dan kesendirian ini menimbulkan masalah.....


Aku harus sehat,... Bangkit dan memperbaiki keadaan....



Tapi bagaimana.....???


Apa yang harus kulakukan.....


Aku lelah dan terlalu lemah untuk bangun......



........

Seperti itulah hidup jauh dari keluarga...


Ibarat anak ayam yang jauh dari induknya...


Berteriak kesana kemari,... Namun tak ada yg memperdulikan...


Rasa takut dan sepi yang mencekam tak lagi boleh ku rasakan,... Aku justru harus berkompromi dengan keadaan dan menjadikan duka sebagai teman akrab yang menguatkan...

Jika tidak... Aku akan jatuh semakin dalam .....


Mungkin... Aku akan cepat mati....


Harapan... Datanglah dengan cepat... Atau setidaknya keajaiban... 


Tuhan.... Jumpakanlah aku pada kebahagiaan....  Amin...


Udara....




Rindu keluarga

Aku sendirian disudut kamar,..
Meratapi kehidupan yang begitu hambar
Aku sendirian dikala siang dan malam
Diam dalam kesunyian yang kian lama semakin mendalam...

Hai Kebahagiaan yang jauh disana....
Aku sangat rindu... 😭
Rindu siang dan malam kala itu...
Bila mana matahari mulai tenggelam
Hiruk pikuk dan segala keriangan...
Aku rindu....

Malam malam ku mencekam,...
Takut tiada terkira,.. bilamana aku belum terpejam...
Aku selalu terbayang hal buruk...
Yang mungkin akan menimpa aku dan kalian saat kita saling berjauhan...

Sungguh malang nasip ini...
Aku bukan sekedar rindu..
Keluargaku yang lama tak jumpa...
Aku tersakiti oleh kepepian ini...

Terlebih... Ada saat dimana harusnya kami
Bercengkrama... Saling bertata Krama...
Sedang aku.... Tak.dapat juga kembali
Karena suatu bencana...
Aku sungguh sangat sangat merana...

Namun... Apa boleh dikata..
Yang terjadi sudah terjadi...
Seberapa banyak air mata yg ku keluarkan
Seberapa kemarahan yg kuluapkan
Tak akan ada yg merubah keadaan...

Akhirnya lagi lagi harus bersabar...
Ya... Istiqfar.... Selalu begitu..
Terpuruk hanya akan menambah beban...
Aku harus terus berjalan...
Dalam diam,... Dan kesepian...

Kalian yang disana,...
Aku tak ingin menceritakan keluh kesahku..

Dengarlah,... Titipan hati yang paling dalam
Sehat teruslah disana,...
Semoga kalian dalam lindungan Allah,... Berbahagialah tanpa keberadaan ku....
Tak ada yg bisa kuberi...
Dan aku jg tak dapat berjanji kembali....
Aku hanya akan pastikan bahwa aku akan baik baik saja.

Udara 3 Mei 2019

Sabtu, 27 April 2019

Apalah aku

Ada sebuah lirik yang mengatakan
Bahwa ketika waktu telah terhenti
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti teman sejati adalah sepi...

Lalu bagaimana denganku yang kesepian
Bahkan saat waktu belum terhenti
Apakah aku adalah orang yang merugi
Sepi untuk kedua masa,
Hidup dan mati....

Aku berusaha yg terbaik sebisaku...
Bahkan saat dimana aku sangat rapuh
Aku masih mengingat dia yang menciptakan...
Aku terus mencoba berprasangka baik...

Aku bukan manusia yang sempurna...
Itu sebabnya...
Aku sadar, bahwa menjadi baik...
Tak cukup untuk hidup dengan baik...

Ayah, yang meninggalkanku tanpa kenangan....
Bundah,... Yang hidup dengan penuh perjuangan,..
Sanak saudara yang ntah apa yg mereka pikirkan,...
Kawan yang tak dapat diandalkan...

Segala sesuatu hanya menyisakan sesak dalam dada...
Tekanan demi tekanan menjadi penyakit
Yg mungkin bisa membunuh suatu waktu..

Aku hampa terkapar sendirian....
Adakah mereka yg memikirkan?
Adakah mereka yg peka
Atau setidaknya mau mendengarkan??

Tidak..... Tidak ada...
Aku menjalani hidupku dan terus berusaha
Yang terbaik untuk mereka...
Mungkin aku pamrih...
Sehingga aku mengharap hal yang sama
Atas segala apa yg pernah kuberi...

Maafkanlah... Apabila aku penuh dengan kesalahan.....

Maaf.... Maaf... Dan maaf...

Udara
27 April 2019

Jumat, 26 April 2019

Sang pembawa derita

Aku adalah hati yang luluh lantak
Diantara kepingan cinta yang berserak
Aku adalah kehancuran
Dari segala cinta yang dulu kau agungkan

Biang angkara adalah kamu
Yang tega biarkan aku sebatang kara
Diantara segala derita
Kamu durjana...

Untuk apa.... Untuk apa ...
Kau bangun cinta diantara kawah api yang membara
Jika hanya akan membiarkanku terkapar begitu saja...
Kini aku tenggelam dalam kepedihan....
Sedang kamu memulai cinta dibawah pohon teduh yang menyejukkan...

Kamu tidur diantara sejuknya kehidupan...
Sedang aku panas dan terluka sendirian...
Siapa.... Siapa yang akan menolongku dari kobaran ini?
Aku terlanjur hancur disini...

Kamu kejam...
Hidup.... Maafkanlah aku
Yang tak pandai memilih...
Hati... Maafkanlah
Karena oleh sebabku.. kamu patah...
Aku...menyesal... Sungguh...
Menyesal...

Udara... 27 April 2019

Sedih

Kali ini aku hanya ingin bercerita...
Bagaimana aku menjalani hidup saat ini...

Bahwa...

Hal yg paling membuatku terpuruk adalah... Ketika aku sadar... Aku bukan apa apa... Bukan siapa siapa... Dan tak berguna lagi...
Saat itulah aku merasa hidupku sia sia dan ingin mati saja.

Taukah apa yg terberat,..?
Ketika aku harus berpura pura bahagia
Saat aku benar benar terpuruk.

Ada kalanya ingin bercerita...
Namun sadar itu hanya akan sia sia
Dan ujung ujungnya hanya bisa diam saja.

Tuhan...
Kepada siapa lagi aku harus berserah
Aku lelah dan tak tau harus berpegang pada apa
Sekalipun aku mencinta
Ku hanya bisa membuat yang tercinta menderita.

Bebanku....
Tak segan menjadi bebannya
Tapi mau bagaimana...
Hidupku terlanjur sia sia
Jika kamu melihat sehelai kapas beterbangan...
Itulah aku...

Terhepas...
Tak terarah...
Tak berguna...
Tak tau harus bagaimana dan kemana..

Taukah kamu bagaiman rasanya saat orang yang kamu cinta...
mengharapkan sesuatu
Dan kamu tak bisa merealisasikannya?

Ia... Penyesalan...
Keterpurukan,... Rasa tak berguna yg selalu ada...
Tak bisa berbuat apa...
Kecuali sedih
Sendirian...

Lagi lagi sendirian...
Keadaan ini menyiksa...
Tak ada yg mendengar...
Ingin bercerita tp takut menambah masalah....

Hampa.... Hanya hampa...
Tak tau harus seperti apa...

Itu saja...

Udara
26-april-19

Putus asa

Hari ini aku diambang kenestapaan...
Hidup ini kejam
Aku benar-benar menyesal atas pilihanku...
Namun mau bagaimana...

Ketika semuanya sudah terjadi
Aku terpaksa harus menjalani
Walau amat sangat tertekan dengan keadaan ini
Aku sungguh sungguh terbebani...

Ini bukan lagi kesedihan...
Bukan lagi kegalauan
Bukan lagi ketidak pastian
Ini adalah penderitaan yang panjang
Ntah kapan akan usai...

Setiap nafas terasa berat untuk kuhembus
Setiap air mata seperti batu yg menusuk nusuk
Setiap beban sepeti duri dalam otak
Yang terus menusuk nusuk otak
Dan mengacaukan segala pikiran

Sulit bernafas
Tak dapat bicara
Tak ingin bergerak
Lelah berpikir
Diam pun tak menyelesaikan masalah...

Benar.... Satu satunya jalan keluar
Adalah bahwa aku harus mati
Agar lepas dari kepedihan ini
Tuhan...
Aku tak LG mampu menjalani
Aku tak lagi bisa menerima ..
Jangan siksa . 
Aku tak bisa bertahan lagi...
Ini menyesakkan dada...
Cabutlah nyawaku....

Apalagi yang harus kujalani...
Kalau yg tersisa hanya derita ini...
Masa depan dan harapan
Sudah tak bisa lagi kucari
Aku ingin mati

Itu saja...

Udara
27-april-2019

Sabtu, 20 April 2019

Sedang tidak percayadiri

Aku begitu sangat yakin
Tentang cinta yang tak membutuhkan alasan
Aku percaya diri bahwa ketulusan itu sangat mungkin
Menghadirkan kebersamaan

Denganmu aku melihat kesabaran
Sedang denganku kamu mungkin hanya melihat kemungkaran
Kian hari aku bilang berusaha lebih baik
Sedang yg terjadi hanyalah pertengkaran

Aku sangat sadar dengan kekuranganku
Banyak nestapa yang kamu lalui bersamaku
Saat itu aku merasa bersalah karena perilaku diriku
Ingin bertahan sedang hanya terus melukaimu

Maafkan aku,...
Sayang,...
Bolehkan aku bertanya satu hal...?
Apa yang membuatmu mempertahankan ku yg penuh kedzaliman ini?

Ibarat kata....
Aku adalah sosok yang enggan hidup,
Sedang matipun tak mau...

Aku merasa terhormat dicintai oleh dirimu
Terimakasih karena terus mempertahankan walau aku terus memutuskan.
Terimakasih karena hingga sekarang kamu terus sabar....

Namun apabila suatu saat kamu lelah denganku....
Pergilah....
Segala kebaikanmu sudah cukup bagiku
Kamu tak perlu terluka lagi karena aku
Jadilah pria yang berharga
Kamu layak mendapat yang lebih baik dariku.

Sayang,... Saat ini bukannya aku sedang merendahkan diri dihadapanmu
Aku hanya sedang tidak percaya diri menghadapimu
Saat ini aku sadar dengan berbagai kekuranganku...

Aku ingin bilang bahwa aku akan berusaha lebih baik...
Menjadi lebih sabar
Dan seandainya bisa, mau menjadi seperti yang kau harapkan.
Namun,... Aku tak akan Lagi memberi harapan
Lalu mengecewakan mu untuk yang kesekian kali

Bagiku kamu adalah sosok yang hebat
Lebih dari yang kubutuh
Akulah yg kurang bersyukur
Ketika aku selalu ingin memutuskanmu
Tapi itu bukan berarti aku benar benar mau kehilangan kamu.
Aku mengatakan itu, karena aku tak percaya diri untuk membahagiakanmu

Maaf... Aku bukan wanita sempurna
Maaf... Mengecewakanmu
Maaf... Untuk segala kekuranganku
Dan terimakasih untuk segalanya...

Udara
20-April-2019
Untuk kamu,... Tercinta

Jumat, 19 April 2019

Sahabat, aku rindu

Kamu,... Yang dulu pernah selalu ada dalam pikiran...
Aku tak ingin membahas cerita lama yang sudah terlewati...
Sekarang,..
Baik kamu ataupun aku,... Sudah memiliki selain kita.

Bukannya aku masih merasa,...
Aku hanya ingin menyampaikan pikiran yg tak tersampaikan saat kita bersama... Bahkan saat sudah tak sependapat

Ntahlah,... Tiba tiba aku kehabisan kata
Merindu saat kau tak merasa
Padahal dulu kita sering bicara
Kenapa kita harus berpisah sedang tak pernah saling mencinta...

Kadang aku menyesal mengingat hubungan kita
Yang awalnya mesra walau tak ada cinta
Sering bercerita beberapa kisah..
dulu,... kita saling menghormati.
Menghargai hal hal kecil yg kita lalui
Kemana mana bersama
Bahkan banyak dari mereka yg menyangka kita memiliki hubungan lebih dari teman.
Walau nyatanya tidak....

Kenapa kita harus saling berselisih,
Hanya karena kamu mencinta
Pada seorang wanita
Yang bahkan akhirnya kalian pun berpisah...

Aku sedih,..
Mengingat persahabatan kita yg hancur gara gara cinta
Cinta yang membuatmu buta.
Buta akan logika.

Cintamu membuat otakmu tak bekerja
Saat itu aku sangat ingat bagaimana kamu menjauh
Karena takut wanitamu cemburu
Sedang aku diam sambil meratapi kehilanganmu

Aku bukannya patah hati...
Aku hanya kehilangan kamu,...
Karena terbiasa bersamamu
Aku hanya belum siap kehilangan sahabatku.

Lama kita tak saling menyapa,..
Bahkan saat kamu sudah berpisah dengan dia
Kamu mungkin takut, malu atau bahkan merasa bersalah untuk kembali...
Padahal kamu tak tau. 
Aku selalu menunggu untuk bersikap biasa saja apabila kamu datang..

Aku merasa tak berguna saat tak menjadi seorang yg kamu cari saat kamu terluka
Aku tulus...
Aku mengabaikan rasa sakit saat kehilanganmu
Hanya demi menyapamu

Tapi kamu... Telah benar-benar berubah
Bukan lagi orang yg sederhana seperti yang kukenal dulu.
Aku tak mengenal sikapmu
Kamu bukan lagi sahabatku...

Ntah... Apa yg membuatmu sejauh itu
Sahabat....
Aku sedih melihat kamu,...
Berbaur dengan mereka yg ntah tulus atau tidak terhadapmu...
Kamu menyangka mereka mampu bahagiakan kamu
Saat kamu terus memberi pada mereka...
Padahal mereka tak ada saat kamu butuh mereka?

Yakinkah kamu meninggalkan aku demi orang orang semacam itu?
Taukah kamu aku masih merindu?
Kamu dan kesederhanaan kamu kala itu
Kembalilah,... Saat suatu saat kamu ditinggalkan...
Dan jadilah orang yg sederhana seperti sebelumnya...

Aku akan mendukung kamu....
Bahkan saat kamu menemukan wanita yang baik suatu saat...
Aku hanya ingin sahabatku,...
Kamu
Terus menjadi dirimu...

Sahabat.

Udara
Jumat 19 April 2019

Sabtu, 16 Februari 2019

Merindu pada ibu diantara gelap gulita


Menjalani fakta bahwa harus melawan rasa takut pada gulita yang mencekam...
Membuatku merindu pada kegelapan jaman dulu,...
Ketika aku takut, kemudian berlindung pada pelukan ibu,...

Ibu,... Sekarang aku sendiri,...
Ngkau jauh disana dan aku harus mandiri...
Aku rindu saat kau menenangkanku pada kala mimpi buruk waktu aku tidur...

Ibu... Hidupku berat, dan ini membuatku tak tahan ingin bercerita...
Aku ingin mengeluh pada pangkuanmu seperti dulu,...
Saat kau elus rambut sambil menenangkanku,....
Saat kau tepuk tepuk pundakku untuk menyemangatiku....

Aku rindu semua tentangmu,...
Namun aku takut bilamana bercerita,... Ngkau justru akan lebih tertekan dan lebih tersakiti daripada aku.
Ibu... 

Maafkan aku.

Bukannya aku tak mau bercerita atau tak menganggapmu ada...
Tp aku tau...  Jika ku menangis...  Kau justru akan khawatir lalu lebih sedih dari padaku...

Ibu...  Sejujurnya aku tak tahan lagi dengan keadaan ini...
Pikiran pikiran kejam bahwa ingin mengakhiri hidup...  Selalu menghantuiku...

Tapi bayangan dan memori bersamamu,...  Selalu memotifasiku untuk terus bangkit dari keadaan ini...
Aku bahkan takut untuk mati,..  Karena khawatir tentangmu.

Bahkan kadang aku kufur nikmat...
Menjadi orang yg kurang bersyukur dan terus menyalahkan keadaan...

Ibu... Aku menyayangimu,...  Mencintaimu,... Dan tidak pernah ingin menyakitimu... Itu sebabnya aku diam
Pura pura bahagia.
Bahkan saat dimana aku lelah, lemah dan diambang kehancuran.

Aku selalu teringat saat kau mengatakan bahwa aku adalah harapanmu...
Bahwa aku adalah kebanggaanmu...
Bahwa kau memiliki harapan besar tentangku...

Aku ingin meralisasikan segala sesuatu yg menjadi mimpimu...
Ibu...
Aku mengerti bagaimana beratnya membesarkan kami sendirian...
Dulu...
Ngkau juga pasti lebih merasa terpuruk...

Aku ingin melihatmu bahagia dihari tuamu,...
Bukan untuk membayar jasa yg kau curahkan kepada kami...
Tp aku hanya ingin berusaha walau belum tentu bisa.

Setidaknya aku tak boleh membuatmu khawatir dengan keadaanku...
Doakan aku ibu...  Agar terus dalam lindungan Allah...
Teruslah sehat jauh disana...

Aku akan berusaha yang terbaik yang kubisa....
Selama aku masih sanggup...
Doakan aku agar tak rapuh...
Menjadi lebih tegar...

Begitupun aku,...  Aku selalu berdoa untukmu..  Untuk terus sehat dan bahagia... 

Aku mencintaimu ibu,...
Dan terimakasih untuk segalanya.
Maaf karena hingga kini aku masih bukan siapa-siapa.

Udara 16-februari-2019

Jumat, 15 Februari 2019

TAK INGIN BERPISAH,... SAYANG


Berat menulis syair tentangmu...
Sebelumnya aku memiliki banyak kata untuk kucurahkan.

Namun, sepertinya lembaran buku tak cukup untuk menuaikan kisah kita...
Kata-perkata yang awalnya muncul...
Tiba tiba lenyap saat tanganku menggenggam pena...

Lagi-lagi merasa hampa...

Namun pada dasarnya, aku hanya ingin bertahan.
Walau bagaimanapun, kita terlanjur bersama
Kamu pun tau betapa sulitnya kita memulai...

Hidup kita memang berat. sayang,..
Kamu juga tau bahwa perpisahan hanya akan menambah masalah,...

Sadarlah...
Jalan kita bukan hanya tentang cinta
Hidup kita bukan lagi hanya antara aku dan kamu
Berhentilah membicarakan perpisahan
Itu membuatku tertekan...

Jangan lagi mencari alasan membuatku bosan...
Berhenti mengarang drama untuk membuatku berubah,..
Karena aku tak akan melakukannya.

Aku lebih baik mati pelan pelan dengan keadaan ini daripada berpisah...
Jangan berkata kamu kasihan terhadapku,...  Apalagi menyesal karena aku tak bahagia...

Itu bukan alasan...  Yg baik untuk melepaskanku...

Jika kamu merasa kekurangan...
Jika kamu merasa kasihan...
Jika kamu merasa tak berguna...
Jika kamu ingin aku bahagia...

BANGKIT...  DAN BERJUANGLAH...

realisasikan segala sesuatu yg menurutmu bisa membahagiakanku...

Aku akan menunggu...  Walau ntah kapan bahagia...
Aku akan terus disampingmu walau kamu mulai mengabaikanku
Aku akan terus ada...  Walau kamu bahkan tak mau bicara atau mendengarkanku..

Sekali lagi kuingatkan...  Bahwa berpisah hanya akan menambah masalah.

Mari fokus menyelesaikan masalah.
Saling berpegangan selayaknya pasangan
Mari bersandar pada tuhan
Dan mempercayainya saja...
Mari saling menjaga dan mempercayai...

Fokus pada masadepan...
Melupakan yang sudah-sudah
Terus melangkah walau durinya semakin tajam
Kita sama sama tau, bahwa duri itu akan semakin menancap jika kita berhenti.

Artinya,...  Kita tidak punya waktu melihat kebelakang...
Kita harus mempercepat gerak untuk tujuan lebih baik kedepan...

Mari terus bersama..  Sayang.

By: Udara
Jum'at 15 februari 2019
Untuk: Sahabatku yang tengah bermasalah

Jumat, 08 Februari 2019

ladang - ladang rasa


Seketika aku menanam rasa begitu saja...
saat kamu menabur benih-benih keperdulian..
sesuatu yang tak kudapat dari yang lain.  
ini tumbuh begitu saja

...

kadang aku tersenyum dan merasakan takut pada suatu waktu yang sama...
ntah kenapa, ini semakin tumbuh walau tak pernah kupupuk...
kini ladang-ladangku penuh dengan warna .

yang kutakutkan adalah bawa
akan ada yang memetik dan mengambi tanaman ini dari ladangku.

kamu terlalu indah, sampai membuatku takut kehilangan,
hadirmu saja cukup untuk buatku tersenyum ...
walau ntah karena apa...

lalu...  bagaimana dengan aku?
aku sadar dengan posisiku yang bukan siapa-siapa.
ladang ini memang ladangku
namun kamu bukannya dengan sengaja memberi benih terhadapku.

ada banyak kemungkinan kenapa ini ada pada ladangku,... 

mungkin karena terlalu lama kosong,.. 
atau karena saat itu sedang subur.

bisa jadi..  itu terbang begitu saja saat kamu hanya lewat di kebunku, kemudian itu tertanam lalu tumbuh oleh derasnya hujan.

dan tak menutup kemungkinan, benihmu tumbuh diladang orang lain....

itulah fakta yang membuatku meratap,
takut untuk berharap.
aku membiarkanmu seolah tak Mengapa walau diam diam bahagia kamu ada.

kini tergantung kamu, ..
mau panen atau membiarkannya kering begitu saja. 

jujur, aku tak mau berusaha...
karena menjaganya saja sudah terlalu sulit untukku.

aku jg tak mau menjadi bodoh, apalagi berharap sendirian seperti yang sudah-sudah.

lagipula, ketidak perdulian itu penting..
jadi aku hanya akan diam dan menunggu,.. 

itupun jika kamu sadar..  Benihmu ada pada ladangku
Itu jg jika kamu mau mencoba hasil panen dari kebunku...
datanglah..
Dan ambillah,...  Itu milik kamu...  seharusnya kembali kepada kamu.

By. Udara
8-feb-19
Untuk : Anggi syaputra

Menanti senja yang tak kunjung datang




Senja itu kamu berjanji kembali
Dari senja ke senja kulalui,
 sambil terus menunggu, walau tanpa ada kepastian,.
Bahkan aku sudah kehilangan harapan... 

Dimana kamu,...? 
Bagaimana dengan aku? 
Sudahkan melupakanku? 
Adakah selain aku?

Senjamu menyisakan Ratapan
Menghadirkan cinta yang ntah darimana arahnya
Aku tersesat dalam penantian yang ntah kemana harus kutuju

Kau adalah seorang yang selalu kusemogakan dalam doa... 
Aku berharap ngkau kembali lalu menepati janji, walau aku tak tau kapan.

Senja itu menjadi mimpi yang terus menghantui,...
 Aku menangis sewaktu waktu,.   Hanya karena aku rindu.. 
Rindu penepatan sebuah janji senja kala itu.


Sembari menunggu,... 
Aku terus menundukkan pandanganku,... 
Menjaga jarak dari segala arah agar tak merindu pada suatu sebab yang akan membuatmu cemburu... 


Lagi lagi aku menangis...
  Kusadar bagaimana mungkin cemburu,sedang kamu tak disini... 
Aku menjaga rasa saat kau tak merasa
Aku membuata saat kau tak ada.

Bagaiama ini tuhan? 
Berapa senja lagi yg harus kulewati... 
Adakah jaminan dia akan kembali
Ataukah senja itu adalah senja terakhir yang harus kuratapi? 
Apakah janjinya hanya harapan yang menyayat hati.

Duhay yang kuasa...  Yang maha pemberi atas segala doa yang kupanjatkan... 
Bila memang dia yg terbaik untukku...
 Dekatkanlah kami Ya. Allah... 

Ngkau yang maha tau...  Betapapun aku terikat pada suatu janji yang tak bisa kulepas sendiri, aku sulit bergerak dan terus menantikan kebebasan


Bila dia memang tak akan kembali,...
 Aku ingin bergerak...  Ya tuhan
.  Hakmu yg dapat melepaskan ikatan ini...
  Janji ini mendarah daging pada hatiku... 


Jika bukan engkau siapa lagi... 

Tolong aku...  Ya. Allah. 
Mudahkanlah urusanku... 
Amin


By. Udara
Sabtu 9 februari 2019
Untuk cheri.