Jumat, 03 Mei 2019

Cerita duka sebelum fajar

Aku terbangun dari tidur,...


Melihat pada celah jendela kamar


Cahaya belum terpancar dari sana


Aku belum sepenuhnya sadar....

Aku berhenti berbaring


Mengusap wajah kemudian bercermin


Kulihat jam pada layar telponin


Kuhela nafas sambil merapikan rambut


Lalu duduk diam tak memikirkan segala hal...

Cukup lama aku terdiam hampa disudut ruang


Suara adzan mulai menyadarkan ku


Subuh ini, aku merindu lagi


Kebiasaan pagi yang dulu


Ramai oleh panggilan keperdulian


Yang biasa mengetuk kamar


Kemudian berteriak....


"Bangun....bangun...bangun....nak... Ayo sholat subuh"


Ia... Itu ibu.... Aku rindu...

Tetesan air mata mulai tak tertahankan terlebih sebentar lagi ramadhan,... Aku sangat rindu..

Sosok yang mengganggu,.. dikala itu...


Yang manja dengan imutnya...


Tingkahnya yang lucu dan selalu memancing kasih sayang dariku...


Ia... Dia keponakan kecil yang begitu lugu.... 

"Tanteh kangen nak.. apakabar kamu disana?"😔

Disaat seperti ini...


 Bahkan aku rindu pada segala hal yg sebelumnya kubenci dan ingin selalu kuhindari...

Kemarahan dan pertengkaran yang tak jelas antara aku dan kakakku.... 


Yang kadang kami akrab kemudian menjadi musuh....


Namun kami selalu baik baik saja pada akhirnya....


Aku rindu.... Lagi lagi rindu dan terus merindu...


Aku sedih, sepi sendirian...


Aku kehilangan bagian hidup,... Aku menyiapkan nyiakan mereka untuk suatu hal yang awalnya ingin membahagiakan dan mengangkat derajat mereka....


Kini aku jauh... Hancur dan tak dapat kembali oleh bencana ini...


Aku gagal dan sudah putus asa...


Hampir kehilangan harapan...


Aku sedih dengan keadaan ini...



Aku sadar... Niat baik tidak selalu membuahkan hasil yang baik... Namun.. aku harus terus berprasangka baik terhadap Allah.


Aku tau bahwa dia tak akan salah memberikan suatu musibah,... Ntah ini sebagai balasan atas kesalahanku sebelumnya... Atau ini ujian agar aku lebih kuat kedepannya...


Ya.... Benar...


Orang sepertiku tak boleh mengeluh,... Ah... Bukan itu... Lebih tepatnya..m orang sepertiku tak punya hak mengeluh,...


Karena apabila aku terus larut pada keterpurukan ini, masalah akan semakin jadi... Hidupku akan semakin sulit,...

Orang sepertiku tak dapat menanti yang namanya keajaiban... Harapan itu ada ketika aku berjuang walau harus terbirit-birit pada kesedihan....

Tak ada waktu mengeluh.... Bangkit dan kembali berjuang , adalah satu satunya jalan....


..


.....


.......


.........


BAGAIMANA MENURUT KALIAN...?

_____''''


Bukankah aku adalah orang yang bijak??? karena mengingat segala hal baik saat aku kehilangan semangat hidup...?


----


Jika jawabannya "iya"

Maka.... Jawaban kalian tidak sepenuhnya benar....


Ia.... Aku memang mengingat dampak, hal baik, buruk, dan segala hal yg perlu kuperbuat...


Namun... Ada kalanya aku sangat rapuh dan terpuruk oleh beratnya keadaan...



......


Seperti sekarang,....

Aku hanya sekedar tau tentang segala hal baik yg kutulis sebelumnya...


Namun..


 Badan ini tak bisa diajak bekerja sama...


Aku sakit karena memikirkan banyak hal...


Pusing kemudian sesak nafas ini membuatku lemah hingga tak dapat bangkit dari keadaan....



........


Aku sakit.......

Aku sakit................

Aku sakit.......................




Sendirian



Tak ada yang tau...


Dan aku kesepian....

Sakit...


Sesak.....


Sesak....


Dada ini seperti akan meledak....


Gelas air minum disamping aku berbaring tak dapat kujangkau...

Kadang terjatuh kemudian tumpah berserakan....


Ya.....

Lagi lagi.... Kelemahan dan kesendirian ini menimbulkan masalah.....


Aku harus sehat,... Bangkit dan memperbaiki keadaan....



Tapi bagaimana.....???


Apa yang harus kulakukan.....


Aku lelah dan terlalu lemah untuk bangun......



........

Seperti itulah hidup jauh dari keluarga...


Ibarat anak ayam yang jauh dari induknya...


Berteriak kesana kemari,... Namun tak ada yg memperdulikan...


Rasa takut dan sepi yang mencekam tak lagi boleh ku rasakan,... Aku justru harus berkompromi dengan keadaan dan menjadikan duka sebagai teman akrab yang menguatkan...

Jika tidak... Aku akan jatuh semakin dalam .....


Mungkin... Aku akan cepat mati....


Harapan... Datanglah dengan cepat... Atau setidaknya keajaiban... 


Tuhan.... Jumpakanlah aku pada kebahagiaan....  Amin...


Udara....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar