Aku adalah hati yang luluh lantak
Diantara kepingan cinta yang berserak
Aku adalah kehancuran
Dari segala cinta yang dulu kau agungkan
Biang angkara adalah kamu
Yang tega biarkan aku sebatang kara
Diantara segala derita
Kamu durjana...
Untuk apa.... Untuk apa ...
Kau bangun cinta diantara kawah api yang membara
Jika hanya akan membiarkanku terkapar begitu saja...
Kini aku tenggelam dalam kepedihan....
Sedang kamu memulai cinta dibawah pohon teduh yang menyejukkan...
Kamu tidur diantara sejuknya kehidupan...
Sedang aku panas dan terluka sendirian...
Siapa.... Siapa yang akan menolongku dari kobaran ini?
Aku terlanjur hancur disini...
Kamu kejam...
Hidup.... Maafkanlah aku
Yang tak pandai memilih...
Hati... Maafkanlah
Karena oleh sebabku.. kamu patah...
Aku...menyesal... Sungguh...
Menyesal...
Udara... 27 April 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar