Sabtu, 11 April 2020

Kamu dulu yang bahagia

Telah kau jadikan aku sehelai kapas
Agar kau dapat meniupnya supaya menghilang darimu
Yang tak kumengerti adalah,
Mengapa kamu Setega itu..

Andai aku bisa
Ingin kumatikan suara hatiku
Ingin kubakar semua catatan hatiku
Ingin kukubur mimpi mimpiku

Tak seharusnya kita menyesatkan hubungan itu.
Aku, .. ya ... Aku layak kau tuntut karena terus tak mau.
Namun kau tau... Aku tak mau disentuhmu karena ingin menjadi halalmu.
Aku ingin menjadi wanita yang utuh saat jatuh kepelukanmu.

Mengapa kamu tak mengabaikan orang lain selain aku yang menggodamu
Lantas jika kamu memilih bahagia dengan dirinya..
Apa arti diriku selama ini?

Semuanya telah menjadi abu,... 
Selain membuang atau melupakannya
Tak ada lagi yang patut kuingat,... Selain kenangan itu... 

Lagu bagaimana aku mampu bertahan dengan rasa sakit saat harus melihatmu bersama wanita lain??

Teganya kamu menjadikan aku sehelai kapas ...
Aku tak terarah.... 
Namun biarlah... 
Kamu dulu yang bahagia.. 

Rabu, 15 Mei 2019

Mengertilah sayang

Aku sedang dalam zona bimbang
Kau yang tersayang diam diam ternyata sakit hati karena perbuatanku
Sedangkan tauku sekedar tau
Namun tak dapat memberikan perubahan terhadap keadaan..

Aku larut dalam keadaan yang kuanggap adalah jalan keluar
Meski kutau yang kutempuh adalah bom waktu yg mungkin meledak tiba tiba menghancurkan hidupku
Namun aku tetap berusaha mencoba

Kebuntuanku membuat akal tak dapat memikirkan kemajuan selain jalan tercepat
Aku mengawan tinggi diudara
Dan sekarang terasa semakin tinggi

Berat mempertahankanmu ketika kamu tak siap dengan statusku...
Kepercayaan dan kesetiaan tak lagi cukup
Untuk menyakinkan bahwa hati ini hanya milikmu...

mereka kenal aku bukan sebagi diriku
Berkali kukatakan bahwa tak mungkin aku gadaikan cinta tulusmu untuk orang orang  semacam itu...

Namun kamu masih saja mempermasalahkan hal yang sama...
Seolah olah aku murahan...
Kamu yg kukira lebih kenal aku dari mereka...
Sekarang jadi orang yg terkesan mengucilkan harga diriku...

Taukah kamu mengenai setulus apa cintaku?
Bahkan aku terus membiarkanmu pergi jika hubungan ini terlalu berat...
Meski kusadar belum tentu mendapat yg setara dengan kamu....

Mengertilah keadaanku...
Cintai aku sewajarnya...
Mengertilah keadaanku...
Aku tak akan pernah berpaling darimu....

Karena setinggi apapun burung mampu menggapai angkasa... dia pasti sadar,.. bahwa bumi yang rendah adalah rumah dan sumber dari kehidupannya...

Begitupun juga aku...
Yang mencintaimu... Dan hanya kepada kamulah aku menuju...
Bersabarlah... Sayang...

Udara
15 Mei 2019

Jumat, 10 Mei 2019

Tersakiti Karena ketidak pekaan kalian

Taukah kamu bagaimana rasanya perduli kepada banyak orang
Sedang tak ada satupun yang mau tau tentang keadaan kamu

Aku tak perlu mengungkit apapun yg sudah pernah kulakukan untuk kalian
Karena aku tidak mengharapkan balasan
Kebaikanku mengalir begitu saja

Aku hanya sedih dengan keadaanku,
Yang hanya didatangi saat kalian butuh,..
Kemudian ditinggalkan saat tak berguna.
Bahkan dijatuhkan saat kalian terancam kalah dariku..
Aku ibarat plastik makanan yang kalian buang saat isinya sudah mengenyangkan perut kalian.

Aku hanya kecewa saat kalian bahkan tidak merasa bersalah ketika aku terluka karena sikap kalian, kalian tidak tau betapa patah hatinya diacuhkan, diabaikan....

Ketulusanku yang awalnya adalah ikhlas.... Yang harusnya menjadi berkah,.. menjadi neraka yang menyesakkan dada..

Kini,... Segala kebaikanku,... Menjadi suatu penyesalan...
Aku menyesal pernah bersikap baik pada kalian...
Dan akhirnya... Ketulusan yang awalnya tulus... Menjadi tidak tulus....
Aku benar benar pamrih sekarang...

Ego dan ketidak pekaan kalian membuatku merasa sendirian..
Dan kesendirian ini mempengaruhiku untuk berpikiran jahat kepada kalian...
Hingga saatnya kini....

Aku merasa dimanfaatkan...
Aku merasa dihinakan...
Aku merasa diabaikan...
Ditinggalkan... Tak diperdulikan...

Aku menyesal untuk segala sesuatu yang kulakukan... Karena ketidak pekaan kalian...
Aku lelah... Harus selalu bilang.. apa yg kumau...
Aku malu jika harus menyebutkan satu persatu hal yang kuminta...

Dan sekarang segalanya terasa serba salah...

Lagi.lagi... hanya aku yang salah...

Udara
Jum'at 10-mei-2019

Selasa, 07 Mei 2019

Kurelakan kamu, oleh sebab sayang

Terimalah mereka yang baik terhadap kamu, tak perduli dia siapa dan karena apa. Sebab cinta itu, adalah ketika kita tiba-tiba sayang oleh rasa yang tak dapat dijelaskan.

Bahagia asal dia bahagia... itu tidak benar... Krn kadang kedekatannya dengan orang lain menyakiti hati...

Jadi... yang harus dilakukan adalah... Biarkan dia bahagia...  kita cari alasan lain saja untuk bahagia... mengalah untuk kebahagiaannya

🥀S⃝ོ♪࿐

apaan sih.. hahaha...

🥀S⃝ོ♪࿐

By.Udara

Jumat, 03 Mei 2019

Cerita duka sebelum fajar

Aku terbangun dari tidur,...


Melihat pada celah jendela kamar


Cahaya belum terpancar dari sana


Aku belum sepenuhnya sadar....

Aku berhenti berbaring


Mengusap wajah kemudian bercermin


Kulihat jam pada layar telponin


Kuhela nafas sambil merapikan rambut


Lalu duduk diam tak memikirkan segala hal...

Cukup lama aku terdiam hampa disudut ruang


Suara adzan mulai menyadarkan ku


Subuh ini, aku merindu lagi


Kebiasaan pagi yang dulu


Ramai oleh panggilan keperdulian


Yang biasa mengetuk kamar


Kemudian berteriak....


"Bangun....bangun...bangun....nak... Ayo sholat subuh"


Ia... Itu ibu.... Aku rindu...

Tetesan air mata mulai tak tertahankan terlebih sebentar lagi ramadhan,... Aku sangat rindu..

Sosok yang mengganggu,.. dikala itu...


Yang manja dengan imutnya...


Tingkahnya yang lucu dan selalu memancing kasih sayang dariku...


Ia... Dia keponakan kecil yang begitu lugu.... 

"Tanteh kangen nak.. apakabar kamu disana?"😔

Disaat seperti ini...


 Bahkan aku rindu pada segala hal yg sebelumnya kubenci dan ingin selalu kuhindari...

Kemarahan dan pertengkaran yang tak jelas antara aku dan kakakku.... 


Yang kadang kami akrab kemudian menjadi musuh....


Namun kami selalu baik baik saja pada akhirnya....


Aku rindu.... Lagi lagi rindu dan terus merindu...


Aku sedih, sepi sendirian...


Aku kehilangan bagian hidup,... Aku menyiapkan nyiakan mereka untuk suatu hal yang awalnya ingin membahagiakan dan mengangkat derajat mereka....


Kini aku jauh... Hancur dan tak dapat kembali oleh bencana ini...


Aku gagal dan sudah putus asa...


Hampir kehilangan harapan...


Aku sedih dengan keadaan ini...



Aku sadar... Niat baik tidak selalu membuahkan hasil yang baik... Namun.. aku harus terus berprasangka baik terhadap Allah.


Aku tau bahwa dia tak akan salah memberikan suatu musibah,... Ntah ini sebagai balasan atas kesalahanku sebelumnya... Atau ini ujian agar aku lebih kuat kedepannya...


Ya.... Benar...


Orang sepertiku tak boleh mengeluh,... Ah... Bukan itu... Lebih tepatnya..m orang sepertiku tak punya hak mengeluh,...


Karena apabila aku terus larut pada keterpurukan ini, masalah akan semakin jadi... Hidupku akan semakin sulit,...

Orang sepertiku tak dapat menanti yang namanya keajaiban... Harapan itu ada ketika aku berjuang walau harus terbirit-birit pada kesedihan....

Tak ada waktu mengeluh.... Bangkit dan kembali berjuang , adalah satu satunya jalan....


..


.....


.......


.........


BAGAIMANA MENURUT KALIAN...?

_____''''


Bukankah aku adalah orang yang bijak??? karena mengingat segala hal baik saat aku kehilangan semangat hidup...?


----


Jika jawabannya "iya"

Maka.... Jawaban kalian tidak sepenuhnya benar....


Ia.... Aku memang mengingat dampak, hal baik, buruk, dan segala hal yg perlu kuperbuat...


Namun... Ada kalanya aku sangat rapuh dan terpuruk oleh beratnya keadaan...



......


Seperti sekarang,....

Aku hanya sekedar tau tentang segala hal baik yg kutulis sebelumnya...


Namun..


 Badan ini tak bisa diajak bekerja sama...


Aku sakit karena memikirkan banyak hal...


Pusing kemudian sesak nafas ini membuatku lemah hingga tak dapat bangkit dari keadaan....



........


Aku sakit.......

Aku sakit................

Aku sakit.......................




Sendirian



Tak ada yang tau...


Dan aku kesepian....

Sakit...


Sesak.....


Sesak....


Dada ini seperti akan meledak....


Gelas air minum disamping aku berbaring tak dapat kujangkau...

Kadang terjatuh kemudian tumpah berserakan....


Ya.....

Lagi lagi.... Kelemahan dan kesendirian ini menimbulkan masalah.....


Aku harus sehat,... Bangkit dan memperbaiki keadaan....



Tapi bagaimana.....???


Apa yang harus kulakukan.....


Aku lelah dan terlalu lemah untuk bangun......



........

Seperti itulah hidup jauh dari keluarga...


Ibarat anak ayam yang jauh dari induknya...


Berteriak kesana kemari,... Namun tak ada yg memperdulikan...


Rasa takut dan sepi yang mencekam tak lagi boleh ku rasakan,... Aku justru harus berkompromi dengan keadaan dan menjadikan duka sebagai teman akrab yang menguatkan...

Jika tidak... Aku akan jatuh semakin dalam .....


Mungkin... Aku akan cepat mati....


Harapan... Datanglah dengan cepat... Atau setidaknya keajaiban... 


Tuhan.... Jumpakanlah aku pada kebahagiaan....  Amin...


Udara....




Rindu keluarga

Aku sendirian disudut kamar,..
Meratapi kehidupan yang begitu hambar
Aku sendirian dikala siang dan malam
Diam dalam kesunyian yang kian lama semakin mendalam...

Hai Kebahagiaan yang jauh disana....
Aku sangat rindu... 😭
Rindu siang dan malam kala itu...
Bila mana matahari mulai tenggelam
Hiruk pikuk dan segala keriangan...
Aku rindu....

Malam malam ku mencekam,...
Takut tiada terkira,.. bilamana aku belum terpejam...
Aku selalu terbayang hal buruk...
Yang mungkin akan menimpa aku dan kalian saat kita saling berjauhan...

Sungguh malang nasip ini...
Aku bukan sekedar rindu..
Keluargaku yang lama tak jumpa...
Aku tersakiti oleh kepepian ini...

Terlebih... Ada saat dimana harusnya kami
Bercengkrama... Saling bertata Krama...
Sedang aku.... Tak.dapat juga kembali
Karena suatu bencana...
Aku sungguh sangat sangat merana...

Namun... Apa boleh dikata..
Yang terjadi sudah terjadi...
Seberapa banyak air mata yg ku keluarkan
Seberapa kemarahan yg kuluapkan
Tak akan ada yg merubah keadaan...

Akhirnya lagi lagi harus bersabar...
Ya... Istiqfar.... Selalu begitu..
Terpuruk hanya akan menambah beban...
Aku harus terus berjalan...
Dalam diam,... Dan kesepian...

Kalian yang disana,...
Aku tak ingin menceritakan keluh kesahku..

Dengarlah,... Titipan hati yang paling dalam
Sehat teruslah disana,...
Semoga kalian dalam lindungan Allah,... Berbahagialah tanpa keberadaan ku....
Tak ada yg bisa kuberi...
Dan aku jg tak dapat berjanji kembali....
Aku hanya akan pastikan bahwa aku akan baik baik saja.

Udara 3 Mei 2019

Sabtu, 27 April 2019

Apalah aku

Ada sebuah lirik yang mengatakan
Bahwa ketika waktu telah terhenti
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti teman sejati adalah sepi...

Lalu bagaimana denganku yang kesepian
Bahkan saat waktu belum terhenti
Apakah aku adalah orang yang merugi
Sepi untuk kedua masa,
Hidup dan mati....

Aku berusaha yg terbaik sebisaku...
Bahkan saat dimana aku sangat rapuh
Aku masih mengingat dia yang menciptakan...
Aku terus mencoba berprasangka baik...

Aku bukan manusia yang sempurna...
Itu sebabnya...
Aku sadar, bahwa menjadi baik...
Tak cukup untuk hidup dengan baik...

Ayah, yang meninggalkanku tanpa kenangan....
Bundah,... Yang hidup dengan penuh perjuangan,..
Sanak saudara yang ntah apa yg mereka pikirkan,...
Kawan yang tak dapat diandalkan...

Segala sesuatu hanya menyisakan sesak dalam dada...
Tekanan demi tekanan menjadi penyakit
Yg mungkin bisa membunuh suatu waktu..

Aku hampa terkapar sendirian....
Adakah mereka yg memikirkan?
Adakah mereka yg peka
Atau setidaknya mau mendengarkan??

Tidak..... Tidak ada...
Aku menjalani hidupku dan terus berusaha
Yang terbaik untuk mereka...
Mungkin aku pamrih...
Sehingga aku mengharap hal yang sama
Atas segala apa yg pernah kuberi...

Maafkanlah... Apabila aku penuh dengan kesalahan.....

Maaf.... Maaf... Dan maaf...

Udara
27 April 2019